Cara Agar Sukses Wawancara Kerja – Hindari Kesalahan Fatal Berikut Ini

Cara Agar Sukses Wawancara Kerja – Hindari Kesalahan Fatal Berikut Ini

Cara Agar Sukses Wawancara Kerja – Hindari Kesalahan Fatal Berikut Ini

-Cara Agar Sukses Wawancara Kerja- Hindari Kesalahan Fatal Berikut Ini – Wawancara kerja merupakan momen yang sangat penting pada saat seseorang melamar kerja di suatu perusahaan. Diterima atau tidaknya seorang pelamar akan tergantung dari hasil wawancara kerja -Agar sukses wawancara kerja- ada banyak hal yang harus diperhatikan. Karena kesalahan dan kecerobohan sedikit saja akan membuat harapan Anda sirna dalam sekejap.

Agar Sukses Wawancara Kerja

Persiapan yang matang tidak hanya diperlukan pada saat membuat CV saja namun yang lebih penting adalah persiapan mental pada waktu mengikuti wawancara. Tahap wawancara kerja acapkali membuat jantung berdebar-debar. Bahkan mungkin rasa cemas itu sudah Anda rasakan sejak beberapa hari sebelumnya. Acapkali rasa gugup inilah yang membuat kita melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.

Memang pada saat seseorang di bawah tekanan memang sangat mudah membuat kesalahan tanpa menyadarinya. Nah -agar sukses wawancara kerja- hal-hal apa saja yang perlu dihindari dan dipersiapkan, mari kita simak berikut ini.

1. Kurang persiapan
Melakukan persiapan sebelum melakukan wawancara tampak sepele namun sangat penting supaya Anda tampil lebih baik dan siap selama wawancara.

Pertama, berlatihlah tentang pertanyaan-pertanyaan apa saja yang mungkin ditanyakan oleh si pewawancara kerja, juga persiapkan juga pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda tanyakan pada saat wawancara. Pertanyaan umum seperti “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami” atau “Mengapa Anda ingin bekerja di sini”. Buatlah daftar pertanyaan lain yang mungkin diajukan oleh pewawancara dan pastikan Anda bisa menjawab dengan tepat.

Kedua, pahami dan kenali dulu mengenai seluk-beluk perusahaan yang akan Anda lamar. Anda bisa mencari informasi melalu media sosial maupun internet untuk menambah pengetahuan Anda. Seringkali pewawancara akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Misalnya, bidang yang dikelola perusahaan dan bagaimana produk dan layanan yang dihasilkan perusahaan tersebut.

Ketiga, pastikan Anda mengetahui deskripsi pekerjaan yang Anda lamar dan kecakapan yang Anda miliki terkait dengan bidang tersebut. Buatlah daftar mengenai pengalaman serta prestasi yang sudah Anda capai pada bidang tersebut.

2. Datang terlambat
Datang terlambat pada saat wawancara kerja akan membuat image yang negatif tentang diri Anda. Mereka akan menganggap Anda tidak serius dan disiplin. Mereka beranggapan belum diterima kerja saja sudah terlambat bagaimana nanti bila sudah diterima perusahaan. Ada kemungkinan nanti akan terus menerus datang terlambat.

Agar tidak terlambat ketahui lokasi perusahaan dengan tepat dan transportasi apa dan jalan mana yang akan Anda tempuh. Perhitungkan jarak tempuh menuju ke lokasi tersebut. Karena salah perhitungan Anda bisa terlambat.

3. Tidak Menjaga Penampilan
Penampilan adalah awal pertama yang akan diperhatikan oleh pewawancara. Bagaimana Anda berpenampilan itu akan memberikan kesan positif atau negatif si pewawancara.

Usahakan tampil rapi, berpakaianlah yang tepat, formal dan rapi serta tidak berlebihan sehingga Anda nampak profesional. Satu hal yang tidak kalah penting adalah bau badan. Apabila keringat Anda berbau pakailah deodorant agar tidak mengganggu suasana wawancara.

4. Bahasa Tubuh Negatif
Tunjukkan ketertarikan pada perusahaan yang akan Anda lamar. Lakukan kontak mata pada saat berjabat tangan maupun wawancara berlangsung. Tersenyumlah dan tunjukkan bahwa Anda senang bertemu dengan orang tersebut.

Hindari memainkan gadget dan perhatian tidak terlepas dari gadget pada saat wawancara. Hal ini akan mengurangi penilaian Anda karena Anda akan dianggap kurang menghargai orang lain. Timbul penilaian juga bahwa apabila Anda nanti diterima bekerja pada perusahaan tersebut ada kemungkinan Anda akan lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain gadget. Maka sebaiknya Anda mematikan gadget Anda pada waktu memasuki ruangan wawancara.

Setiap orang memiliki bahasa tubuh yang berbeda sebagai bentuk non verbal yang mewakili perasaan maupun mimik pada waktu menjawab pertanyaan. Namun bahasa tubuh yang disampaikan harus tetap sopan dan tidak berlebihan.

5. Memotong Pembicaraan
Dengarkan dengan baik pertanyaan yang diajukan pewawancara sebelum Anda mulai menjawab. Menyela pembicaraan akan memberikan kesan yang kurang sopan.

Perhatikan juga kecepatan berbicara, jangan berbicara terlalu cepat sehingga pewawancara tidak bisa menangkap apa yang Anda katakan.

6. Tidak Mengajukan Pertanyaan
Wawancara kerja bukanlah komunikasi satu pihak saja, melainkan komunikasi dua arah antara si pewawancara dan yang diwawancara. Oleh karena itu jangan takut untuk mengajukan pertanyaan kepada pewawancara untuk menghidupkan dan mencairkan suasana.

Tidak mengajukan pertanyaan sama sekali akan berpengaruh pada penilaian. Demikian juga sebaliknya apabila Anda mengajukan pertanyaan yang tidak tepat dan di waktu yang salah akan memiliki dampak yang buruk seperti tidak mengajukan pertanyaan sama sekali.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas seputar perusahaan atau yang berhubungan dengan deskripsi pekerjaan Anda nantinya. Apabila Anda hanya menanyakan soal gaji dan hak-hak Anda saja memberikan kesan bahwa Anda hanya tertarik pada hal-hal yang menguntungkan Anda saja.

7. Jawaban Yang Tidak Tepat
Jawaban yang tidak tepat akan mengurangi penilaian Anda. Apabila Anda kurang mengerti akan pertanyaan yang diajukan, ungkapkan terus terang. Karena kalau Anda tidak mengerti pertanyaannya otomatis Anda akan memberikan jawaban yang salah pula. Demikian juga apabila Anda tidak bisa menjawab suatu pertanyaan yang diajukan, kemukakan juga terus terang. Dengan demikian pewawancara akan lebih menghargai Anda daripada Anda pura-pura tahu namun ternyata salah.

8. Tidak Percaya Diri
Perasaan tidak percaya diri akan tercermin pada bahasa tubuh dan jawaban-jawaban yang Anda berikan pada saat wawancara. Untuk mengurangi rasa cemas dan tidak percaya diri, tariklah napas dalam-dalam sebelum memasuki ruangan wawancara. Ingatlah akan prestasi-prestasi Anda untuk menciptakan ketenangan dan pikiran yang positif.

Dengan Anda yakin pada diri sendiri, Anda juga akan lebih mampu untuk meyakinkan pihak pewawancara kalau diri Anda layak dipertimbangkan untuk bekerja di perusahaan tersebut.

9. Emosional
Seandainya Anda adalah orang yang mudah tersulut emosinya, pastikan Anda menenangkan diri dan menghapus semua kemarahan sebelum memasuki ruangan wawancara. Ambil napas dalam-dalam dan pasang muka yang ramah.

Orang yang mudah marah tentunya bukan sosok yang ideal untuk dapat bekerja sama dengan rekan kerja yang lain. Sikap ini juga akan membuat klien atau rekan kerja merasa tidak nyaman dan membuat suasana kerja tidak menyenangkan.

10. Tidak Mengucapkan Terima Kasih
Perasaan yang tegang dan tertekan pada saat wawancara terkadang membuat Anda lupa mengucapkan terima kasih kepada pewawancara. Saking leganya wawancara sudah usai, Anda keluar begita saja dari ruangan wawancara untuk menunggu tawaran pekerjaan.

Dengan mengucapkan terima kasih akan memberikan kesan yang baik kepada pewawancara.

Dengan persiapan yang matang -agar sukses wawancara kerja-, Anda akan dapat meminimalisir kesalahan dan tampil lebih baik dan percaya diri dibandingkan tanpa melakukan persiapan sama sekali. Walaupun peluang untuk melakukan kesalahan itu akan tetap ada.

 

Baca juga: Cara Bijak Mengatasi Konflik Dengan Rekan Kerja Sekantor Yang Perlu Anda Ketahui

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get an awesome sticky message bar!Download