Apa Yang Akan Anda Sesali Pada Saat Tua – Apa Kata Jeff Bezos

Apa Yang Akan Anda Sesali Pada Saat Tua – Apa Kata Jeff Bezos

Apa Yang Akan Anda Sesali Pada Saat Tua – Apa Kata Jeff Bezos

Apa Yang Akan Anda Sesali Pada Saat Tua – Jeff Bezos seorang wirausahawan Amerika dan penemu Amazon, perusahaan retail online terbesar di dunia mengungkapkan tentang -apa yang akan Anda sesali pada saat tua. Mau tahu apa itu? Mari kita simak pendapatnya berikut ini.

Bukan apa yang sudah Anda perbuat dan kacaukan yang akan menempel terus dalam ingatan ketika mengingat-ingat kembali masa lalu Anda pada saat tua, namun apa yang tidak Anda kerjakanlah yang akan terus terngiang-ngiang dalam pkiran. Demikian ungkap dari pimpinan tertinggi Amazon dan Blue Origin ini.

Apa Yang Akan Anda Sesali Pada Saat Tua

“Pada saat Anda memikirkan -hal apa yang akan Anda sesali pada saat tua, maka kebanyakan adalah sesuatu yang belum Anda lakukan. Biasanya merupakan tindakan-tindakan kelalaian. Sangat jarang Anda akan menyesali sesuatu yang sudah Anda lakukan tapi gagal atau tidak berjalan semestinya,” jelas Bezos dalam acara bincang-bincang dengan CEO Axel Springer, Mathias Dopfner yang dipublikasikan oleh Business Insider.

“Bukan hanya yang menyangkut keputusan-keputusan pekerjaan tetapi juga kehidupan juga, pungkas wirasusahawan berumur 54 tahun yang kekayaannya ditaksir sekitar 130.5 milyar US dolar menurut majalah Forbes.

“Saya tidak hanya berbicara mengenai bisnis,” pungkas Bezos. “Seperti perumpamaan ini, ‘saya mencintai seseorang namun tidak pernah mengatakannya,’ dan Anda tahu apa yang terjadi 50 tahun kemudian? Anda akan berkata,’Mengapa saya tidak mengatakannya kalau saya mencintainya? Mengapa saya tidak berjuang untuk itu?'”

“Hal seperti itu merupakan penyesalan hidup yang sangat menyedihkan pada saat Anda merenungi masa lalu Anda di saat sendiri.”

Bezos sendiri adalah sosok pribadi yang selalu ingin bertindak.

Ia memutuskan meninggalkan puncak karirnya di Wall Street di bagian investasi bank dan memulai memasarkan buku secara online melalui situs yang diberi nama Amazon. Saat ini apabila menengok ke belakang hal tersebut merupakan keputusan yang menguntungkan. Walaupun pada saat itu, istri Bezos, MacKenzie adalah orang yang tidak setuju dengan keputusan tersebut karena sangat beresiko.

“Saya sedang berada dalam perusahaan keuangan di kota New York bersama dengan sekumpulan orang pintar lainnya dan saya memiliki pimpinan yang sangat cerdas yang saya amat kagumi,” kenang Bezos pada pidato pembukaannya di almamaternya, Princeton pada tahun 2010. “Saya menghampiri pimpinan saya dan mengatakannya kalau saya ingin memulai usaha menjual buku melalui internet. Kemudian dia mengajak saya berjalan sepanjang Central Park, mendengarkan saya dengan cermat, dan akhirnya berkata, ‘Sepertinya itu ide yang sangat bagus tetapi akan lebih bagus lagi bila ide tersebut diperuntukkan bagi orang yang belum mempunyai karir yang bagus.'”

Bezos sudah memperhitungkan keputusan itu dengan cermat.

“Menurut saya logika itu masuk akal, dan dia meyakinkan saya untuk memikirkan itu kembali selama 48 jam sebelum keputusan final. Melihat tanda itu benar-benar merupakan pilihan yang sulit, namun pada akhirnya saya memutuskan bahwa saya harus mengambilnya,” papar Bezos dalam pidatonya.

“Saya tidak menyesal untuk mencoba dan gagal. Dan saya curiga bahwa saya selalu dihantui oleh sebuah keputusan yang belum saya coba sama sekali. Kemudian saya mengambil langkah yang relatif aman untuk memenuhi hasrat saya, dan saya bangga dengan keputusan saya,” ungkap Bezos.

Bezos mengatakan, dia mempunyai banyak orang yang selalu mendukung dan mencintainya dalam hidupnya dan yang menginspirasinya untuk mengambil resiko tersebut.

“Istri saya MacKenzie, telah menikahi seorang pria mapan di Wall Street dan setahun setelah kami menikah, saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin keluar dari pekerjaan saya, pindah ke negara bagian lain dan memulai toko buku online. Dan seperti orang-orang lain pada saat saya mengemukakan hal ini, pertanyaan pertama MacKenzie adalah: ‘Apa itu internet?’ Karena tidak seorang pun tahu. Saat itu tahun 1994,” cerita Bezos pada acara bincang-bincang dengan Dopfner.

“Bahkan sebelum dia bertanya ‘Apa itu internet?’ dia langsung mengatakan, ‘Bagus – ayo kita lakukan!’ Hal tersebut dikatakannya karena ia ingin memberi dukungan dan dia tahu bahwa saya punya hasrat untuk penemuan-penemuan baru dan mendirikan perusahaan,” papar Bezos.

Selain istrinya, Bezos juga mengakui pengaruh kedua orangtua dan kakeknya dalam kehidupannya yang selalu memberinya kekuatan.

“Ibu saya berumur 17 tahun ketika melahirkan saya, dan ia masih sekolah menengah ke atas, tepatnya pada tahun 1964 di Albuquerque, New Mexico. Saya bisa meyakinkan Anda bahwa pada saat itu menjadi seorang remaja yang hamil di sekolah menengah atas di Albuquerque, New Mexico bukanlah suatu hal yang baik. Ibu saya mengalami waktu yang sulit,” papar Bezos. “Pada saat Ibu saya mau dikeluarkan dari sekolah, kakek saya berjuang untuk Ibu saya. Mereka sangat luar biasa, keluarga yang luar biasa ini adalah hadiah yang saya dapatkan.”

Perasaan didukung dan dicintai memampukan dia mempunyai kepercayaan diri untuk mengambil tindakan yang berani, tambah Bezos.

“Apabila Anda memiliki orang-orang yang mencintai dan mendukung dalam kehidupan Anda, seperti MacKenzie, orangtua saya, kakek dan nenek saya, Anda akan dimampukan untuk mengambil resiko,” jelas Bezos. “Kalau Anda pikir secara logika, lebih dalam hal emosional, karena Anda akan merasa ada orang-orang di belakang Anda.”

Demikianlah apakah Anda setuju dengan Bezos tentang -apa yang akan anda sesali pada saat tua?

Sumber: CNBC Make It

 

Baca juga: Manfaat Wirausaha Buat Pensiunan Yang Perlu Anda Pertimbangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get an awesome sticky message bar!Download