Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan Untuk Memulai Bisnis – Menurut Bill Gates

Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan Untuk Memulai Bisnis – Menurut Bill Gates

Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan Untuk Memulai Bisnis – Menurut Bill Gates

Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan Untuk Memulai Bisnis – Setiap orang yang memulai bisnis pasti memiliki kegamangan masing-masing. Berikut ini kisah Bill Gates, penemu Microsoft, -bagaimana cara mengatasi ketakutan untuk memulai bisnis.

Bill Gates bercerita di depan mahasiswa Harvard bagaimana dia mengatasi ketakutannya sebelum meluncurkan Microsoft dan membuatnya sukses.

Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan Untuk Memulai Bisnis - Menurut Bill Gates

Sebelum Microsoft sukses di tahun 1980 an, sang penemu Bill Gates berjuang mengatasi ketidakpercayaan dirinya dan ketakutannya kalau-kalau bisnisnya akan gagal, paparnya kepada para mahasiswa dalam sesi tanya jawad di Harvard. “Walaupun ide bahwa Microsoft akan menjadi perusahaan yang besar, namun saya tidak akan mengatakannya pada diri saya sendiri,” kata Gates.

Gate yang adalah seorang dengan kepripadian tertutup dan bahkan tidak suka bergaul katanya, awal mula rencananya adalah mengajar matematika. “Semasa duduk di sekolah menengah atas saya berpikir, ‘Hei saya seorang murid yang pandai, saya akan menjadi seorang profesor ahli matematika,'” kenang Gates. Gates tertarik pada disiplin ilmu yang murni seperti soal-soal matematika “adalah masalah yang tersulit untuk mandapatkan jawabannya, dan kalian tahu saya sangat menyukai soal-soal yang sulit,” papar Gates.

Sampai suatu saat teman lamanya dan rekan bisnisnya di kemudian hari, Paul Allen, meyakinkannya untuk bergerak di bidang pemrogaman komputer. Walaupun pada awalnya Gates tidak berencana menjadikannya sebagai karir di bidang teknik atau bisnis namun Allen menantangnya sangat keras untuk keluar dari zona nyaman.

Meskipun Allen tidak kuliah di Harvard bersama Gates, kedua orang tersebut bekerja bersama-sama sebagai programer komputer di perusahaan perangkat lunak Honeywell di musim panas tahun 1974 di tahun pertama Gates kuliah. Pada saat perangkat komputer pribadi pertama keluar di tahun berikutnya, Allen menyarankan Gates untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

“Kalau kamu pikir kamu pintar, bisakah kamu menggambarkan bagaimana komputer ini dibuat?” Gates mengenang kata-kata Allen. “Sepertinya saya bisa.”

Setelah memperhatikan komputer pertama dengan mikroprosesor secara pribadi di lapangan Harvard, “Saatnya untuk putus kuliah dan benar-benar akan mendirikan Microsoft sebagai pelopor dalam bisnis tersebut,” kenang Gates.

Keputusan tersebut memerlukan perubahan mental yang sangat serius di kala itu. “Kalian mengerti berawal dari ide menjadi seorang akademisi berubah menjadi CEO, manager, pemimpin dan seseorang yang harus bekerja sepanjang waktu,” papar Gates.

Tak lama setelah setelah resiko pertama meluncurkan Microsoft, sekali lagi Gates merasa gugup karena perusahaan yang diidolakannya jatuh.

“Digital Equipment (DEC) dan Wang adalah due perusahaan yang tadinya saya pikir hebat. Wang bangkrut lebih awal meskipun mereka memiliki inovasi-inovasi hebat dan disusul kemudian oleh kebangkrutan DEC yang adalah perusahaan yang sangat keren namun dalam sekejap saja lenyap,” papar Gates.

Akibatnya Gates merasa was-was dan kecemasan berlanjut. “Saya selalu harus berhati-hati dan tidak mempekerjakan terlalu banyak orang,” ungkap Gates dalam acara bincang-bincang “The Ellen Show”. “Saya selalu kuatir karena orang yang bekerja pada saya umurnya lebih tua dari saya dan sudah berkeluarga dan punya anak, dan saya terus berpikir, “Bagaimana kalau mereka tidak mendapat gaji, mampukah saya menggajinya?'”

Hal tersebut teratasi ketika akhirnya dia belajar untuk melimpahkan dan berhenti mengontrol hal yang kecil-kecil walaupun sebenarnya hal tersebut adalah tantangan juga. Ia harus memaksa dirinya sendiri untuk berhenti merevisi dan menyempurnakan pekerjaan rekan-rekannya, ungkapnya kepada mahasiswa Harvard. “Saya harus berkata kepada diri saya sendiri, ‘OK kita akan menjual kode tanpa pengecekan saya,'” tuturnya. “Walaupun berat bagi saya, namun saya mampu mengatasinya.”

Pada saat ia mencapai umur 30 tahun, dan telah 6 tahun menjalankan bisnis Microsoft, ia merasa “tertegun melihat perkembangannya,” tuturnya pada acara “The Ellen Show.”

Gates mengatakan kepada mahasiswa Harvard bahwa masa awal itu memberikannya pelajaran yang sangat penting: “Segala sesuatunya beresiko. Sebaiknya kamu tidak salah belok di jalan.”

Sebagai penutup Gates mengatakan kepada para mahasiswa, merasa tertantang di awal karirnya telah membuatnya sukses dan bekerja bersama Allen “penting untuk mendapatkan masukan-masukan, membentuk kemampuan apa saja yang saya miliki untuk sesuatu yang bermanfaat.”

Nah setelah membaca kisah Bill Gates di atas semoga Anda mendapatkan masukan tentang – bagaimana cara mengatasi ketakutan untuk memulai bisnis.

Sumber: CNBC Make It

 

Baca juga: Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses – Yang Didapat Steve Jobs Saat Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get an awesome sticky message bar!Download