Simak Nasihat Bijak Buat Pemuda-Pemudi Usia 20 – Dari Mantan CEO Twitter

Simak Nasihat Bijak Buat Pemuda-Pemudi Usia 20 – Dari Mantan CEO Twitter

Simak Nasihat Bijak Buat Pemuda-Pemudi Usia 20 – Dari Mantan CEO Twitter

Nasihat Bijak Buat Pemuda-Pemudi Usia 20 – Banyak pemuda-pemudi di usia 20 an masih bingung dengan masa depannya. Mereka tidak punya ide tentang apa yang akan mereka lakukan dengan kehidupannya. Mereka belum mempunyai gambaran yang jelas mengenai profesi apa yang akan diambilnya setelah lulus dari kuliah. Nah bagi yang masih bingung, ikuti rekam jejak profesional dari Dick Costolo yang adalah mantan CEO Twitter dan simak -nasihat bijak buat pemuda-pemudi usia 20 berikut ini.

Simak Nasihat Bijak Buat Pemuda-Pemudi Usia 20

Rekam jejak profesional mantan CEO Twitter, Dick Costolo, sangat mengagumkan. Pada bulan Juni 2007 dia menjual perusasahaannya FeedBurner ke Google sebesar 100 juta US dolar. Kemudian dia menjabat SEO Twitter mulai tahun 2010 sampai 2015. Pada tahun 2013 dia mengambil alih perusahaan media sosial tersebut.

Namun apabila Anda melihat kesuksesan perusahaannya sekarang, beberapa keputusan mengenai karir yang diambilnya agak tidak masuk akal.

Costolo lulus dari Universitas Michigan pada tahun 1985 dengan bidang studi ilmu komputer. Namun ia menolak tawawan kerja menjadi programer lalu ia pindah ke Chicago dan mencoba belajar improvisasi. Tujuannya adalah agar bisa tampil di acara NBC “Saturday Night Live.”

Dia tidak pernah berhasil menjadi komedian profesional. Namun dia tetap berpendapat bahwa waktunya belajar improvisasi di Chicago adalah sangat berharga.

Dari pengalaman hidupnya sendiri itulah dia memberikan nasihat terbaiknya buat para pemuda-pemudi yang belum mempunyai ide tentang apa yang akan diperbuat dengan kehidupannya. Mau tahu apa nasihatnya? Inilah -nasihat bijak buat pemuda-pemudi usia 20 yang diungkapkan oleh Costolo: “Jangan melakukan apa seharusnya kamu lakukan,” ucapnya kepada CNBC Make It.

“Tentunya akan ada tekanan yang begitu besar pada saat para mahasiswa lulus kuliah tentang apa yang seharusnya mereka lakukan setelah itu,” ucap Costolo. “Saya memberikan pidato pembuka di Universitas Michigan pada tahun 2013 dan secara khusus saya mengatakan ini kepada para siswa, ‘Jangan melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan – jangan lakukan itu.’

“Sebaliknya, ambillah resiko. Ambil peluang besar,” ungkapnya. “Semakin muda umur kalian, semakin banyak resiko yang dapat kalian ambil. Tanggung jawab kalian lebih kecil dan mungkin kalian tidak punya hutang dan belum punya anak atau binatang peliharaan sekalipun.”

Ikuti kemauan kalian, karena kalau kalian mencintai apa yang kalian lakukan, akan lebih mudah bangkit apabila tersandung, ucap mantan CEO Twitter tersebut.

“Ambil resiko yang menantang dan resiko besar. Kejarlah apa yang ingin kalian kejar karena ketika kalian melakukan yang kalian cintai dan ternyata tidak berjalan seperti yang direncanakan, mau tidak mau kalian akan menjadi terbiasa, terus memikirkan cara mengatasinya,” papar Costolo. “Namun ketika kalian melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan dan kemudian gagal, maka kalian akan berada pada tahap kehidupan yang mandeg untuk memikirkan apa yang mungkin terjadi kemudian.”

Costolo mengatakan setiap kali dia mengambil resiko besar, hasilnya sangat berharga.

“Apakah itu meninggalkan Universitas Michigan tanpa pekerjaan kemudian pindah pindah ke Chicago dan mendaftar di teater Second City dan belajar komedi, atau ketika saya memutuskan untuk meninggalkan daerah barat tanpa tujuan sebelum saya memutuskan bergabung dengan Twitter,”ungkap Costolo. Pada tahun 2009 ida pindah ke Marin, California menghindari udara panas dan dingin yang ekstrem di Chicago.

“Semua jerih payah tersebut selalu terbayar dan tidak sia-sia, apakah segera mendapatkan hasil maupun harus menunggu beberapa saat.”

Misalnya, walaupun Costolo tidak menjadi komedian, namun ilmu yang dia dapatkan pada saat belajar improvisasi di Chicago telah membuatnya menjadi seorang pemimpin yang lebih baik.

“Saya tidak akan menganggap sia-sia waktu saya belajar improvisasi komedi di Chicago dan membuat saya sangat miskin untuk apapun, karena kemudian ketrampilan tersebut terbukti sangat berguna dalam kehidupan saya yaitu pada saat saya memimpin sebuah perusahaan dan orang-orang mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendadak,” pungkas Costolo.

“Intinya pada saat Anda seorang ahli improvisasi, hal pertama yang Anda pelajari adalah belajar mendengarkan dan Anda harus menyimaknya dengan sangat cepat,” ungkap Costollo. Berbeda bila Anda sudah menaruh ide dalam kepala Anda, kemudian pada saat komedian yang lain melakukan skenario yang berbeda maka ide yang tadinya lucu “akan menjadi sangat hambar,” jelasnya. “Anda akan sadar sesudahnya dan hal tersebut telah gagal.”

Seorang comedian improvisasi harus menyimak apa yang dikatakan teman sepanggungnya dan kemudian merespon.

“Salah satu peraturan dalam improvisasi adalah, ‘ya dan…’ – pada umumnya mengiyakan apapun yang dikemukakan oleh teman sepanggung dan kemudian ambil bola dan memainkannya. Hal tersebut akan membuat skenario lebih lucu.”

“Tidak mengherankan kalau hal tersebut juga terbukti merupakan cara berpikir yang hebat apabila diterapkan pada bisnis,” pungkas Costolo.

Sebagai pemimpin atau manager, mendengarkan masukan dari para karyawan adalah hal yang sangat penting pada bagian pengambilan keputusan dibandingkan dengan mengandalkan prasangka-prasangka.

“Apabila Anda tidak mendengarkan seperti yang diajarkan di improvisasi, maka dalam bisnis yang sesungguhmya Anda tidak mampu berkomunikasi apabila Anda tidak mendengarkan,” lanjut Costolo.

Pekerjaan janggal lainnya yang dijalani Costolo dan telah mengajarkannya jiwa kepemimpinan yang sangat berharga adalah menjadi penjaga jaket di kelab malam Chicago, Limelight. Dia mendapatkan pelajaran kerendahan hati dari situ.

Costolo teringat salah satu teman kuliahnya pergi ke kelab dan meminta jaketnya. Meskipun dia tidak mengatakannya saat itu, namun seakan-akan dia berkata, “Saya ada di balik meja dan seharusnya kamu bisa mengambilkannya. Dan pandangannya mengatakan, ‘Hei Bung apa yang terjadi? Apa yang salah?'”tandas Costolo.

“Anda sebenarnya telah belajar merendahkan hati melalui peristiwa-peristiwa semacam itu,” pungkas Costolo. “Terlepas dari apa pun pekerjaan Anda, orang lain juga memiliki harapan dan mimpi yang sama terlepas dari apa pun perannya di suatu perusahaan atau pekerjaannya sehari-hari.

Dari cuma menjadi penjaga jaket dapat menjadi langkah awalnya menjadi seorang jutawan dan CEO Twitter dan Costolo sudah membuktikannya.

“Anda hanya belajar bahwa tiap orang memilih jalan hidupnya sendiri dan tidak perlu melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, tetapi sebetulnya sangat menantang untuk mengambil resiko. Walaupun tidak gampang untuk mengambil resiko tersebut, tetapi sangat menyenangkan”, tutupnya.

Nah bagaimana setelah menyimak -nasihat bijak buat pemuda-pemudi usia 20, apakah kalian tertantang untuk menirunya?

Sumber: CNBC Make It

Baca juga: Nasihat Berharga Ibunda Michelle Obama Yang Perlu Kita Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
Get an awesome sticky message bar!Download