Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses – Yang Didapat Steve Jobs Saat Remaja

Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses – Yang Didapat Steve Jobs Saat Remaja

Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses – Yang Didapat Steve Jobs Saat Remaja

Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses -Steve Jobs mendapatkan -pelajaran penting untuk menjadi sukses pada saat masih remaja yaitu pada saat mendirikan pagar bersama ayahnya. Mau tahu, pelajaran penting apa yang didapat Steve Jobs dari orang tuanya sehingga membuatnya menjadi orang yang sukses saat ini? Ikuti kisahnya berikut ini.

Sebelum Steve Jobs menjadi penemu Apple yang visioner, ia adalah anak dari keluarga menengah di California, ia dibesarkan oleh orangtua angkatnya Paul dan Clara Jobs.

Pelajaran Penting Untuk Menjadi Sukses - Yang Didapat Steve Jobs Saat Remaja

Paul yang adalah seorang mekanik memberikan pengaruh yang mendalam pada pandangan Jobs akan desain dan pencariannya yang tak berakhir akan kesempurnaan – nilai-nilai yang ada untuk menentukan karirnya dan kesuksesannya bersama Apple.

“Paul Jobs yang adalah seseorang mekanik yang kemampuannya tidak diragukan, mengajarkan putranya Steve cara membuat sesuatu yang hebat,” kata penulis biografi Walter Isaacson kepada acara TV CBS “60 menit” pada tahun 2011. Isaacson mengadakan 40 wawancara dengan Jobs untuk menulis bukunya, “Stev Jobs.”

Salah satu pelajaran dari Paul amat sangat berpengaruh, terang Isaacson.

Pada saat remaja, Jobs membantu ayahnya mendirikan pagar di sekeliling rumahnya di Mountain View. Sementara bekerja, Paul memberikan sedikit nasihat kepada Jobs: “Kamu harus membuat pagar bagian belakang yang tidak terlihat sebagus pagar bagian depan,”papar Isaacson dalam acara “60 Menit.”
“Walaupun orang tidak akan melihatnya, namun kamu tahu bahwa itu akan memperlihatkan bahwa kamu telah membuat sesuatu secara sempurna.”

“Orang lain tidak akan melihatnya, namun anggota tim tahu bahwa karyanya tertera di sana, sama seperti mereka tahu bahwa papan sirkuit dipasang sesempurna mungkin,” tulis Isaacson.

Pemikiran tersebut merasuk ke Jobs.

Sementara dalam otoritasnya di Apple, Jobs bersikeras dan elemen Macintosh komputer harus indah sampai ke bagian papan sirkuit di dalamnya.

“Perhatikan keping memorinya. Itu buruk. Jaraknya terlalu dekat satu dengan lainnya,” pungkas Job tentang sirkuit dalam biografi yang ditulis Isaacson.

Ketika komputer sudah bagus, Jobs mempersilahkan tiap insinyur mengukir namanya di dalam tiap komputer. “Seniman yang sebenarnya juga menandatangani karyanya,” jelas Jobs kepada para insinyur sepeti yang tertulis di buku.

Setelah Jobs meninggalkan Apple pada tahun 1985, Jobs mendirikan satu lagi perusahaan komputer pribadi yang diberi nama NeXT, yang kemudian dijualnya ke Apple. Maka secara visioner keduanya akan mempunyai standar yang sama.

“Ia ingin kepastian bahwa sekrup-sekrup di dalam mesin komputer disepuh dengan lapisan yang mahal,” tulis Isaacson tentang komputer NeXT milik Jobs. “Bahkan ia bersikeras bahwa warna hitam pekat harus dilapisi dan dimasukkan ke dalam tempat bentuk kubus, walaupun hanya orang reparasi yang melihatnya.”

Bagi Jobs, filosofinya bukan untuk membuat orang lain terkesan, namun agar seseorang bertanggung jawab atas kualitas kerjanya.

“Apabila Anda seorang tukang kayu yang akan membuat laci lemari yang indah, maka Anda tidak akan menggunakan kayu lapis di bagian belakangnya, walaupun nantinya menghadap ke tembok dan tidak seorang pun akan melihatnya,” pungkas Jobs kepada Palyboy pada tahun 1985. “Anda tahu yang terpasang di sana, maka Anda akan menggunakan sepotong kayu solid di bagian belakangnya. Agar Anda dapat tidur nyenyak, make aspek estetika dan kualitas harus terus dipertahankan.”

Jobs mengatakan kepada Isaacson bahwa ayahnya Paul adalah salah satu contohnya: “Ia sangat suka melakukan sesuatunya dengan sempurna.”

Pelajaran penting untuk menjadi sukses yang didapat Jobs ketika masih remaja terbukti sangat berandil besar pada kesuksesannya memimpin perusahaan komputer Apple.

Sumber: CNBC Make it

Baca juga: Kunci Sukses Apa Saja Yang Harus Anda Pelajari – Menurut Jeff Bezos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
Get an awesome sticky message bar!Download