Tips Membuat Keputusan Yang Bijak Buat Para Manajer – Menurut Jennifer Dulski

Tips Membuat Keputusan Yang Bijak Buat Para Manajer – Menurut Jennifer Dulski

Tips Membuat Keputusan Yang Bijak Buat Para Manajer – Menurut Jennifer Dulski

Tips Membuat Keputusan Yang Bijak Buat Para Manajer – Jennifer Dulski, COO dari Change.org memberikan tipsnya kepada para manajer agar bijak dalam membuat keputusan dan agar mereka bukan satu-satunya orang yang harus mengambil setiap keputusan. Bagaimana caranya? Marik kita simak -tips membuat keputusan yang bijak buat para manajer berikut ini.

Tips Membuat Keputusan Yang Bijak Buat Para Manajer

Kemampuan mendelegasikan tugas merupakan hal yang penting bagi para manajer, terutapa apabila hal tersebut menyangkut pada pengambilan keputusan. Pendelegasian tugas tidak hanya membantu para manajer lebih fokus pada masalah yang mendesak namun juga akan membuat para karyawan mempunyai rasa memiliki dan menambahkan nilai tersebut ke dalam tim.

Intinya para karyawan harus dapat mengambil keputusan kira-kira 90 persen yang dibutuhkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka,” tulisnya Dulski dalam bukunya. Sehingga sisa keputusan yang 10 persen seharusnya dibuat oleh manajer.

Dulski menerangkan, apabila Anda membiarkan para karyawan mengambil sebagian besar keputusan atas diri mereka sendiri maka akan menciptakan rasa pengharapan yang tinggi yang ingin mereka capai bahkan pengharapan mereka bisa lebih tinggi lagi.

“Bukan hanya karyawan yang melakukan pekerjaan yang lebih baik akan merasa dipercaya dan didukung, namun mereka juga akan lebih respek dan percaya kepada pemimpin mereka,” tulis Dulski. Hindari memberikan pekerjaan kepada karyawan yang tidak seharusnya mereka lakukan atau sebaliknya Anda tidak memberdayakan karyawan secara maksimal.

Pada saat Dulski menjabat sebagai CEO di Change.org, para karyawan menggunakan sistem “lampu lalu lintas”, tulisnya. Berikut cara sistem itu bekerja:

Hijau: Adalah keputusan yang dapat dibuat oleh para karyawan tanpa harus mengecek dengan yang lain atau meminta persetujuan, dan mereka harus dapat membuat 90 persen pengambilan keputusan.

Kuning: Adalah keputusan yang belum diambil dan menggantung karena mereka membutuhkan persetujuan. Dalam hal ini para karyawan harus menemui manajer untuk meminta pendapat. Pengambilan keputusan kira-kira sebesar 5 persen dari keseluruhan.

Merah: Adalah sisa 5 persen keputusan yang benar-benar memerlukan persetujuan dari seorang manajer atau atasan senior. Jenis keputusan ini sulit untuk didelegasikan, karena mempunyai efek yang tidak kecil bagi perusahaan atau berhubungan dengan anggaran yang besar.

Dulski memberikan catatan bahwa manajer yang mengikuti proses pengambilan keputusan dengan cara ini akan mendapatkan capaian dua hal. Pertama, mereka telah membuat para karyawan merasa diberdayakan dan dipercaya, dan mereka telah membuat cara yang “jelas dan tidak menakutkan” dalam hal mendiskusikan pengambilan keputusan.

Dalam postingannya di LinkedIn, Dulski menegaskan pentingnya para karyawan untuk bekerja secara mandiri. Dia menunjuk pada suatu studi yang dipublikasikan dalam Ulasan Bisnis Harvard yang meneliti kinerja para manager. Peneliti tersebut menemukan manajer yang memberikan kepercayaan lebih pada timnya, cenderung mendapatkan karyawan dengan kinerja yang lebih tinggi.

“Apabila Anda memberikan ruang lebih kepada para karyawan, mereka akan menemukan cara-cara yang kreatif untuk mencapai tujuan mereka,” tulis Dulski. “Apabila visi dan tujuan Anda jelas, dan ada tolak ukur yang akuntabel, hal tersebut dapat membuka pendekatan-pendekatan baru dan keputusan baru untuk mencapai tujuan bisnis Anda.”

Sebaliknya apabila karyawan merasa tidak diberi wewenang dalam pengambilan keputusan akan berimbas pada kinerja mereka. Mereka akan merasa tidak berdaya, menampilkan kinerja yang tidak bergairah, kata Dulski.

Untuk mengetahui siapa pengambil keputusan terbanyak dalam tim Anda, Dulski menyarankan untuk menggunakan daftar catatan. Apabila ternyata Anda paling banyak mengambil keputusan yang seharusnya dilakukan oleh karyawan Anda, maka suatu kesempatan yang baik untuk berdiskusi secara terbukan antara Anda dan tim, tulis Dulski di bukunya.

“Pusatkan perhatian pada bagian mana pengambilan keputusan itu menjadi kacau,” tambahnya, “dan ungkapkan harapan Anda secara jelas tentang siapa yang seharusnya mengambil keputusan.”

Jadi seharusnya para manajer tidak terlalu dominan dalam pengambilan keputusan agar para karyawan juga merasa dilibatkan dalam masalah-masalah yang terjadi dalam bisnis. Semoga Anda yang selama ini waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang seharusnya bisa Anda delegasikan kepada par karyawan, bisa mengubah pola kerja Anda setelah membaca -tips membuat keputusan yang bijak buat para manajer dari Jennifer Dulski di atas.

Sumber: CNBC Make It

Baca juga: Siapakah Tokoh Panutan Jeff Bezos Dalam Berbisnis? – Sehingga Sukses Menjadi Orang Terkaya Di Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
Get an awesome sticky message bar!Download